Ketika yang Diinginkan dan Dicita-Citakan Tak Sesuai Harapan (Pelanggaran Etika) Part 2

Hari demi hari website demi website kami cari untuk mengetahui  informasi mengenai lowongan untuk menjadi auditor entah untuk auditor eksternal atau auditor internal. Setelah seminggu Meya mendapatkan informasi dari Om Herman kakak dari ibunya yang seorang auditor dari KAP terkenal memberikan informasi bahwa ditempat ia  bekerja dan teman dekatnya bekerja dengan beda KAP sedang membutuhkan auditor. Segeralah Meya memberitahu kami tentang informasi dari Omnya itu, bergegaslah kami mencari tahu apa saja persyaratannya dan melengkapi persyaratannya. Dua hari kemudian Ica pun diberitahu oleh teman dekatnya yang kebetulan seorang auditor dari suatu perusahaan bahwa perusahaan yang bergerak dibidang kesehatan tersebut sedang membutuhkan auditor. Zevana mengajak kami bertemu di hari Minggu disuatu tempat makan untuk membicarakan tentang lowongan-lowongan kerja tersebut.

Sesaat di hari Minggu dan berkumpul . . .

“Mey, gimana persyaratan untuk di KAP tempat Om Herman ribet engga ?” tanya Indah

“Iya Mey biasanya kan kalau ditempat KAP yang udah terkenal dan bagus begitu susah buat masuk kesitu.” tanya Zevana

“Loh Zev emangnya persyaratan untuk jadi auditor internal disuatu perusahaan terkenal juga ga susah ? sama aja persyaratannya paling testnya aja yang lebih banyak.” Jawab Meya

“Ehmmmm . . . iya si pasti persyaratan dan testnya banyak udah gitu testnya pasti susah tapikan hasil itu engga ada yang menyia-nyiakan usaha yang udah kita lakuin.” Jawab Annisa

“Iya si benar juga yang diomongin sama Annisa, terus jadinya kalian mau daftar di KAP atau diperusahaan ?” kata Zevana

“Kalau aku pikir-pikir dulu deh sekalian minta saran dari orang tua terus  hari ini juga ka Rendi bakal pulang soalnya tugas pengamanannya engga selama yang udah dijadwalin.”

“Yaudah nanti kita berkabar aja yaa jadinya gimana terus apa aja yang harus disiapin, oke girls ?” kata Amel

Tidak terasa hari pun sudah menjelang malam karena sudah jam 17.30 WIB kami pun segera pulang ke rumah masing-masing dengan beban pikiran yang sama. Sesampai di rumah jam 19.00 ternyata orang yang selama ini ditunggu-tunggu sudah menunggu saya di rumah untuk sekalian mengajak  makan malam bersama sekaligus memperkenalkan pasangannya dan itu berarti calon kakak ipar saya. Seusai makan malam bersama kami pun segera ke ruang tv untuk berbincang-bincang.

“Gimana dek udah dapet belum informasi mengenai KAP mana yang lagi buka lowongan ?”

“Udah si ka tapi aku juga masih bingung soalnya Ica ngasih info ada KAP yang terkenal banget lagi buka lowongan tapi ada juga dari Zevana itu infonya kalau perusahaan dibidang kesehatan juga lagi butuhin auditor.”

“Coba tuh tanyain sama ka Chita mending daftar di KAP langsung atau jadi auditor internal perusahaan.”

“Ka Chita, kaka udah berapa lama di KPP ? Kerjanya enak atau engga ka ? Susah engga ?”

“Karena kaka udah mau 3tahun jadi kaka bilang enak-enak aja dan engga susah ko. Emang cita-cita kamu selain mau jadi auditor apa dek ?”

“Hahahaha . . . pokonya cita-cita aku tuh mau ngebahagiain ayah, ibu sama ka Rendi ka.”

“Yeeuuuh . . . gimana si kamu dek ditanyain serius juga , tuh mumpung ada ka Chita coba ditanyain  lebih baik daftar di KAP atau di perusahaan.”

“Iya ka Chit bener kata ibu mumpung ada kaka aku nanyain ke kaka aja deh siapa tau ada pencerahan dikit ka hehehe . . . ka kalau menurut kaka gimana mending di KAP atau di perusahaan langsung ?”

“Kalau menurut kaka si ya dek buat nambah-nambah pengalaman ya di KAP nanti kira-kira udah 2 tahun atau sekiranya kamu udah bosen di KAP pasti banyak ko perusahaan-perusahaan terkenal yang butuh jasa kamu dan tentunya pendapatannya pasti lebih gede.”

“Ehmmm yaudah berarti aku fix ngirim CV ke KAP aja deh lumayan buat pembelajaran sekaligus nambah pengalaman, doain aku ya bu, yah, ka Rend an Ka Chit semoga aku lolos dan keterima.”

“AMIN”

Keesokan harinya dari masing-masing kami telah memutuskan untuk daftar dimana dan ternyata saya, Ica, Amel dan Meya sepakat untuk ngelamar di KAP walaupun Amel berbeda KAPnya. Sedangkan Indah dan Zevana menentukan untuk ngelamar langsung di perusahaan yang sedang membutuhkan auditor. Sudah 3hari setelah kami menyimpan surat lamaran belum ada yang dipanggil untuk interview.

“Nis gimana kelanjutan lamaranmu di KAP terkenal itu ?”

“Belum ada panggilan interview bu, doain Annis yaa bu semoga usaha Annis ini membuahkan hasil yang Annis inginkan.”

“Iya Ndok pasti ibu doain ko.”

Setelah menunggu selama 7hari ternyata Indah dan Zevana duluan yang dipanggil untuk interview. 2hari selang indah dan Zevana, saya, Ica dan Meya pun dipanggil untuk interview di KAP yang kami idam-idamkan. Yang saya harapkan semoga ketiga dari kami semuanya lolos sampe akhirnya diterima di KAP bersangkutan.

“Niss … Nca … semoga kita lolos yaa interview dann test yang banyak itu.”

“Iya Mey pokonya apapun yang kita lakuin sekarang itu udah yang terbaik.”

1 hari selang interview belum ada kabar lolos atau tidaknya

2 hari pun belum maih ada kabar

Di hari ke-3 selang interview ternyata kami bertiga lolos untuk test selanjutnya dan diminta hadir pada hari Rabu.

Dimana hari penentu lolos atau engganya kami, kami telah melakukan dan menjawab test tersebut . Dari pihak KAP meminta kami untuk menunggu 1-2 hari untuk pengumuman lolos engganya.

Tanpa menunggu lama hingga 2hari ternyata keesokan hari setelah test terakhir kami pun mendapat jawaban lolos engganya dan ternyata setelah Ica dan Meya ngasih kabar kalau mereka lolos itu berarti kami bertiga LOLOS *Alhamdulillah

Hari demi hari kami bertiga berkerja ditempat yang sama walaupun dengan tugasnya masing-masing, walaupun begitu jika salah satu dari kami mendapat kesulitan dengan tugas kami pasti akan dibantu. Walaupun kami bertiga tidak satu tempat kerja dengan Indah, Amel dan Zevana, kami rutin loh setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali bahkan paling lama sebulan sekali kami janjian untuk bertemu melepas rindu dan bercerita perihal pekerjaan kami.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan bahkan setahun dan dua tahun telah berlalu saya pun teringat pesan dari ka Chita yang sekarang sudah menjadi kaka ipar saya jika saya sudah merasa bosan dan ingin pindah mencari tempat kerja baru dan pengalaman baru itu tak masalah. Sebelum saya resign dari KAP yang telag memberikan ilmu banyak, saya ditawarkan untuk menjadi auditor internal di perusahaan pertambangan. Setelah saya pikir-pikir dan bertanya kepada banyak orang termasuk kedua orang tua saya mereka menyetujui saya pindah dan menerima tawaran untuk menjadi auditor internal di perusahaan pertambangan.

Setelah saya diterima ternyata rekan kerja saya ialah teman seperjuangan saya yaitu Indah yang ternyata telah keluar juga di tempat kerjanya yang lama, selain Indah saya pun mendapatkan rekan kerja yang dulunya kerja di KAP yang sama dengan saya yaitu Bapak Irvan seorang auditor yang ilmunya tiada tandingannya (kalau menurut saya). Dengan rekan kerja yang sudah saya kenal sebelumnya saya berharap lebih menikmati dan lebih bisa kerja sama satu sama lain. Ditengah pekerjaan saya Bapak Irvan memberikan tugas kepada saya untuk memeriksa dan mengganti laporan keuangan yang sudah dibuat sebelumnya. Dalam hal ini beliau meminta saya untuk memanipulasi jumlah asset dan laba yang dihasilkan dari perusahaan yang bersangkutan. Sebelum melakukan hal tersebut Bapak Irvan menjanjikan uang senilai 500juta jika saya bisa memanipulasi jumlah asset tetapi jika saya merubah laba yang dihasilkan dibuat lebih baik maka beliau akan menambahkan uangnya menjadi 1.5 Miliar. ‘Wow’ seumur hidup saya, saya tidak pernah melihat uang sebanyak itu dan saya pun juga tidak tahu untuk apa nanti uangnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s