AUDIT LINGKUNGAN

Definisi Audit Lingkungan

Menurut  Kep. Men.LH 42/1994, Audit lingkungan adalah suatu alat manajemen yang meliputi evaluasi secara sistematik, terdokumentasi, periodik dan obyektif tentang bagaimana suatu kinerja organisasi sistem manajemen dan peralatan dengan tujuan menfasilitasi kontrol manajemen terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian pemanfaatan kebijakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan.

Beberapa definisi yang diberikan mengenai audit lingkungan adalah sebagai berikut:

v    Menurut The International Chamber of Commerce 1989

Audit lingkungan merupakan pengujian yang sistematis dari interaksi antara setiap operasi usaha dengan keadaan sekitarnya.

v    Rob Gray, Jan Bebbington dan Diane Walters

Dalam buku “Accounting for the Enviroment” (1993, hal 104) Audit lingkungan merupakan suatu penilaian yang sistematis, objektif dan didokumentasikan mengenai dampak dan aktivitas usaha anda terhadap lingkungan.

Sifat Audit Lingkungan

Apapun nama yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu program audit lingkungan

-“audit”, “review”, “surveillance”, “survey”, “assessment”, “evaluation”, atau appraisal”- poin penting ialah program demikian mengaudit dan menelaah status lingkungan dari fasilitas individual.

Salah satu perbedaan utama antara audit lingkungan dan tipe audit yang lain adalah eksistensi dan ketiadaan standar. Terdapat sedikit standar untuk audit lingkungan. Audit keuangan mempunyai standar yang disebarluaskan oleh badan standar akuntansi yang berwenang. Perbedaan yang lain adalah jumlah sistem yang ada. Sistem akuntansi keuangan yang rinci dan terkoordinasi yang berjalan dapat menjadi sasaran audit keuangan. Namun, diluar hal-hal seperti data pengendalian polusi, persetujuan dan MOU (Memorandum of Understanding), sacara tipikal terdapat sedikit informasi lingkungan relative yang dapat diaudit.

Sebab Audit Lingkungan

  • Keinginan dari dewan direksi untuk mendapatkan kepastian bahwa perusahaan bertanggungjawab dan secara memadai menangani lingkungannya.
  • Adanya inisiatif dari manajemen tingkat bawah atau menengah untuk memperbaiki aktivitas pengelolaan lingkungan dan mengejar apa yang perusahaan lain lakukan.
  • Dimotivasi oleh kejadian dari masalah atau kecelakaan lingkungan.

Manfaat Audit Lingkungan

1. Meningkatkan efektivitas manajemen lingkungan

  • Mengklarifikasi masalah yang mungkin sebaiknya diinterprestasikan secara berkala pada fasilitas yang berbeda.
  • Mengembangkan suatu pendekatan yang lebih seragam untuk mengelola aktivitas melalui pembagian informasi atau belajar dari fasilitas yang lain.

2. Perasaan dari kesenangan dan keamanan yang meningkat

  • Ada kepastian bahwa identifikasi dan pendokumentasian status ketaatan dari fasilitas individual.
  • Ada kepastian bahwa sistem pengendalian berjalan dan beroperasi dengan tanggung jawab dan etis terpenuhi.

Contoh Kasus Audit Lingkungan :

Barito Pasific Timber Tbk, dan PT. Binajaya Roda Karya telah memperoleh akreditasi ISO 14001, standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan (EMS). Akreditasi diberikan pada tanggal 20 maret 2000 dan berlaku selama 3 tahun dari tanggal tersebut “sesuai dengan implementasi berkesinambungan yang memuaskan dari sistem manajemen operator” (BVQIISO 14001 Sertifikat 66596). BVQI  (Bureau Verlitas Quality Internasional) melaksanakan audit sertifikasi dan akan terus melaksanakan audit-audit eksternal EMS pada interval 6 bulanan.

Sebagai bagian dari proses ISO 14001, perusahaan ini memperbaiki  penyelanggaraan lingkungan perusahaannya dan menyusun prosedur kerja untuk mencapai tujuan ini. Juga sebagai bagian dari proses tersebut, perusahaan telah melaksanakan dan akan terus melaksanakan audit internal  untuk memastikan EMS diimplementasikan secara efektif, untuk mengidentifikasi cara-cara yang menjamin perbaikan yang berkesinambungan dari penyelenggaran lingkungan perusahaan.

Meskipun tinjauan lingkungan awal (Initial Environmental Review) yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses ISO 14001, departemen lingkungan perusahaan mengeluarkan laporan foto yang memperinci contoh-contoh dari kegiatan manajemen tidak baik yang mendapat perhatian selama pemeriksaan. Laporan ini didistribusikan kepada kepala-kepala departemen dengan instruksi agar memperbaiki keadaan ini. Audit internal dilaksanakan bulan Juli 2000 yang berlaku sebagai mekanisme untuk menjamin bahwa semua perbaikan telah dilakukan dan mengidentifikasi perbaikan yang masih belum selesai atau baru. Tujuannya adalah untuk membuat laporan foto lanjutan berdasarkan audit bulan Juli. Tetapi sejauh ini belum tercapai. Selama audit juga banyak contoh pelaksanaan manajemen tidak bagus yang didapat dari laporan foto, ternyata masih dijumpai di lingkungan perusahaan.

BVQI melaksanakan audit eksternal EMS dan selama itu ada beberapa poin persoalan yang mendapat perhatian, yaitu:

  • Kontrol debu yang tidak layak,
  • Total Padatan Tersuspensi (TSS) di log pond masih terlalu tinggi. Rencana-rencana kerja untuk mengurangi polusi log pond perlu diperbaiki,
  • Mengurangi limbah kayu dan memperbaiki tingkat pemulihan kayu di areal utama yang memerlukan perbaikan segera, dan
  • Tidak adanya bukti pengawasan emisi cerobong asap, bau atau pengawasan vibrasi.

Semenjak audit eksternal telah ada tinjauan internal dari persoalan-persoalan ini, yang menghasilkan saran perbaikan dan mengidentifikasi orang-orang yang bertanggung jawab melaksanakan perbaikan tersebut. Masih belum ada tindakan sampai sekarang dan persoalan-persoalan ini masih terbuka.

Penerimaan ISO 14001 seharusnya dipandang sebagai langkah positif dalam menjamin peningkatan penyelenggaraan lingkungan PT. Barito Pacific Timber Tbk. dan PT. Binajaya Roda karya. Namun demikian, yang harus dilaksanakan untuk menjaga akreditasi adalah mengambil langkah untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan manajemen di lapangan secara berkesinambungan,terutama di tempat- tempat dimana limbah kayu menjadi perhatian.

Bab I

Informasi Latar Belakang

  1. Barito Pacific Timber Tbk. dan PT. Binajaya Rodakarya merupakan sebuah perusahaan yang terletak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang bergerak dalam bidang kehutanan dan perkayuan. Tujuan dilakukannya audit ini adalah :
  2. Untuk melakukan audit lingkungan teknis dari berbagai aktifitas yang sedang berlangsung di PT. Barito Pacific Timber Tbk. dan PT.Binajaya Rodakarya.
  3. Untuk Manajemen lapangan bisa menggunakan temuan audit ini untuk meningkatkan penyelenggaraan lingkungan dari operasi-operasi tersebut.

Bab II

Temuan Audit

Berikut ini adalah temuan-temuan auditor antara lain :

  1. Limbah Kayu

Limbah kayu merupakan persoalan kritis di PT. Barito Pacific Timber Tbk. dan PT. Binajaya Rodakarya, dan diidentifikasi sebagai salah satu dari persoalan-persoalan utama yang memerlukan perhatian. Selama tinjauan lapangan terdapat banyak buangan dari sumber alamiah, yaitu kayu, selama proses produksi. Hal ini meliputi :

  • kayu yang dibuang selama proses penggergajian dalam jumlah banyak
  • jumlah serbuk kayu hasil penggergajian yang cukup banyak masih belum dapat diatasi
  • jumlah kayu gelondongan yang membusuk sebelum dipakai.
  • sejumlah besar produk akhir, terutama kayu papan, ditumpuk di tempat terbuka dalam jangka waktu yang lama dan kemungkinan tidak bisa dijual.
  1. Air

Perusahaan PT. Barito Pacific Timber Tbk. dan PT. Binajaya Rodakarya letaknya berdekatan dengan beberapa anak sungai, yaitu sungai Barito dan sungai Andjir Soebardjo. Areal pabrik dan daerah luar kota di sekelilingnya rendah letaknya dan mudah kebanjiran.

Selama tinjauan ke lokasi ditemukan adanya kontaminasi hidrokarbon di sungai Barito sekitar log pond (areal perairan) dan areal penggergajian. Terdapat sejumlah minyak dan pelumas di bawah peralatan ini. Yang nyatanya kesehariannya sungai Barito juga dipakai para staf untuk mandi dan mencuci. Sabun dan deterjen akan mengkontaminasi sungai.

  1. Kualitas Udara

Debu merupakan persoalan diberbagai lokasi, tidak ada pengawasan debu yang dilaksanakan saat ini terlebih lagi debu membahayakan lingkungan dan kesehatan serta keamanan. Sejumlah cerobong asap di lapangan berhubungan dengan ketel yang menjalankan diesel, pembakaran limbah kayu dan debu penggergajian, dan juga tempat pembakaran buangan limbah. Cerobong-cerobong ini menghasilkan asap pencemar dalam jumlah yang besar dan karenanya memerlukan pengawasan.

Areal luas yang sebelumnya digunakan sebagai lahan penimbunan kulit kayu dan limbah kayu sebagai bagian dari upaya reklamasi sebagian tanah rawa di lokasi, dibakar. Aktifitas ini menyebarkan banyak asap ke area lingkungan masyarakat sekitar dan ke atmosfer.

Bab III

Rekomendasi

Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus segera menjadi perhatian pihak manajemen di masa yang akan datang. Rekomendasi yang diberikan :

  1. Limbah kayu

Hal ini harus menggabungkan tinjauan menyeluruh dari rata-rata pemerolehan kayu berdasarkan semua proses dari saat kedatangan kayu sampai pada pengolahan akhir, dan juga keefektifan mesin pengolahan yang digunakan. Hasil-hasil tinjauan ini bisa dipakai untuk mengidentifikasikan areal-areal yang mempunyai buangan terbesar dan bisa dipakai untuk meningkatkan rata-rata pemerolehan. Distribusi kayu harus juga diperhatikan, karena sejumlah besar kayu olahan di lapangan nampaknya ditimbun dalam jangka waktu lama, yang terbuka bagi elemen-elemen tersebut. Akibatnya, tumpukan-tumpukan ini akan berkurang nilainya. Dalam menangani permasalahan limbah berupa hasil penggergajian seharusnya dapat diatasi dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan lain yang membutuhkan bakan baku berupa serbuk kayu hasil penggergajian tersebut.

  1. Air

– Pengujian Kualitas Air di Saluran Air

Pengujian kualitas air di saluran air permukaan dekat areal-areal pemrosesan menunjukkan tingkat polutan yang meninggi. Sebagai alternatif, air limbah dari parit-parit (saluran air) penampungan ini harus menjadi bagian dari sistem drainase yang tertutup dan dialihkan ke pusat pengolahan limbah cair di lapangan.

– Pemeliharaan Saluran Air Permukaan

Saluran air permukaan di lokasi pabrik diketahui memiliki kotoran dan lapisan berminyak di beberapa tempat. Saluran-saluran ini langsung berhubungan ke sungai Barito dan mudah kebanjiran. Jika saluran ini ditutup, penutup betonnya harus diperbaiki, dan langkah-langkah lanjutan harus diambil karena untuk menjamin bahwa saluran-saluran ini tidak tercemar. Jika kenyataannya terdapat polusi di saluran ini, air limbah harus dipindah dan diolah di pusat pengolahan air limbah.

  1. Kualitas udara

– Debu

Debu dipandang sebagai masalah di lapangan. Direkomendasikan agar pengawasan debu dilaksanakan dengan mengimplementasikan prosedur-prosedur pengurangan jumlah debu yang dapat mencemari udara

– Pengawasan Kualitas Udara

Pengawasan kualitas udara harus dilaksanakan dan hasilnya ditindaklanjuti seperti yang ditentukan, dengan mengurangi jumlah bahan kimia yang dilepaskan ke atmosfer, terutama formalin.

Bab IV

Ruang Lingkup Audit

Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah yang terjadi di lingkungan sekitar saat dilakukannya proses produksi pada PT. Barito Pacific Timber Tbk. dan PT. Binajaya Rodakarya. Audit kami mencakup pemeriksaan terhadap lingkungan sekitar yang letaknya berdekatan dengan tempat proses produksi.

Saran

Agar audit lingkungan dapat berlangsung dengan efektif, ada 5 elemen yang harus diperhatikan. Pertama diperlukan komitmen dari perusahaan itu agar mau terbuka dan jujur dalam memberikan data. Hal tersebut memang agak riskan mengingat pengusaha biasanya sulit untuk membuka ‘jati dirinya’ karena persaingan bisnis misalnya. Kedua, adanya Auditor yang mandiri yang tidak mempunyai kepentingan apapun akan fasilitas yang sedang diaudit. Ini penting untuk menjaga keobyektifan penilaian, kemandirian auditor harus pula dijaga agar tidak terpengaruh oleh situasi atau tekanan lainnya ketika mereka melakukan kunjungan lapangan. Verifikasi prosedur dan pengukuran kinerja, merupakan dua hal berikutnya dari elemen Audit Lingkungan. Hal ini penting dilakukan agar ada kepastian bahwa informasi yang didapat benar-benar akurat. Terakhir, harus ada mekanisme tindak lanjut dari rekomendasi yang didapat selama Audit Lingkungan. Jika tidak, maka usaha Audit Lingkungan yang telah dilakukan tidak akan ada hasilnya.

Referensi

http://novaoshiin.blogspot.com/2011/06/audit-lingkungan.html

https://agungdodypamungkas.wordpress.com/2014/06/29/studi-kasus-dan-analisis-iso-14001/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s